Membaca diyakini sebagai salah satu upaya untuk menambah dan memperkaya ilmu pengetahuan serta menambah wawasan. Menumbuhkan budaya dan minat baca masyarakat Indonesia bisa dimulai dari keluarga di rumah masing-masing. Harus jujur diakui kehidupan anak-anak setelah selesai sekolah, dihabiskan lebih banyak untuk bermain HP daripada membaca bahan bacaan. Sedikitnya rumah-rumah yang memiliki perpustakaan pribadi juga menjadi faktor yang melatarbelakangi rendahnya minat baca anggota keluarga. Oleh sebab itu, harus ada upaya yang bisa mendorong dan meningkatkan budaya membaca bagi anak, salah satunya dengan membangun perpustakaan keluarga. Melalui perpustakaan keluarga, para orang tua bisa menerapkan kebiasaan membaca pada anak. Langkah-Langkah membangun perpustakaan keluarga di rumah bisa dimulai sebagai berikut :
- Tentukan Lokasi
Penentuan lokasi sebagai ruang perpustakaan bisa dibilang mudah-mudah sulit. Karena jika ruangan yang terlalu banyak mendapatkan cahaya alami dan terkena langsung kepada buku yang ada akan merusak usia buku tersebut. Namun jika ruangan yang kurang mendapatkan cahaya alami dan terkesan lembap dapat memicu tumbuhnya jamur dan serangga yang bersarang, dalam hal ini berupa rayap. Maka dari itu pemilihan lokasi, sudut, atau ruangan yang akan dijadikan perpustakaan keluarga harus dipertimbangkan dengan baik dan matang dengan memastikan pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup.
- Jenis Buku
Jenis buku seperti apa yang akan menjadi koleksi perpustakaan keluarga? Semua Kembali kepada minat dan selera dari penghuni rumah tersebut. Tak lupa sediakan bahan bacaan untuk anak-anak agar bisa membiasakan budaya baca sejak kecil. Orang tua yang memiliki kebiasaan membaca sangat diuntungkan disini karena akan tersedia bahan bacaan yang beragam bagi perpustakaan mereka, hal ini bisa menurun kepada anak mereka. Anak akan merasa penasaran dengan bahan bacaan yang beragam dan secara tidak sadar bisa membaca satu persatu koleksi yang ada.
- Membuat Katalog
Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk Menyusun
dan mengorganisasi buku. Untuk ukuran perpustakaan di rumah, kita bisa menentukan
sendiri metode apa yang digunakan untuk menyusun buku, karena setiap orang
berbeda-beda dalam pemahamannya. Dan setiap metode pasti ada kekurangan dan kelebihannya
masing-masing. Misalnya mengelompokkan buku berdasarkan warna sampul buku yang akan
memberikan kesan cantik pada tampilan rak buku, namun tentu kurang praktis Ketika
proses penemuan Kembali bahkan terkesan menyulitkan. Terkecuali kita mengingat
setiap warna sampul buku yang ada. Atau metode lain seperti pengelompokkan buku
dari sudah atau belumnya buku dibaca. Cara ini terlihat praktis karena buku
yang belum terbaca tidak akan terlupakan begitu saja.
Pembuatan perpustakaan pribadi tidak harus mengikuti suatu standar atau ketetapan. Semua kembali lagi kepada selera dan keinginan diri sendiri, karena fungsi dan manfaat dari perpustakaan pribadi ini adalah untuk pribadi masing-masing. Jadi jika seseorang ingin membuat perpustakaan pribadi yang sudah terotomasi pun tidak menjadi suatu masalah, bahkan terkesan sangat bagus.

0 Komentar