Sebutan revolusi industry 4.0 pertama kali diciptakan dan berkembang di Jerman pada tahun 2011, tepatnya pada saat Hannover Fair diselenggarakan. Industri 4.0 mencakup berbagai jenis teknologi mulai dari 3D printing sampai robotik. Definisi mengenai Industri 4.0 sebenarnya masih dalam tahap penelitian sehingga muncul beragam pendapat sehingga masih dikembangkan. Namun, Kanselir Jerman Angela Merkel berpendapat bahwa Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di Industri melalui penggabungan beberapa teknologi digital dan internet dengan industry konvensional. Schlechtendahl menambahkan definisi Industri 4.0 lebih kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu lingkungan industry yang seluruh entitasnya selalu terhubung dan mampu berbagi informasi satu dengan yang lain. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa definisi industry 4.0 merupakan transformasi sebuah unsur kecepatan dari ketersediaan informasi melalui kolaborasi teknologi digital yang dibantu dari SDM yang memiliki tingkat intelektual yang memadai.  

Perpustakaan sebagai sebuah institusi tak luput dari mengikuti perkembangan informasi dan teknologi yang berkembang pesat. Perpustakaan dituntut untuk ikut berkembang bersama dengan cepatnya pergerakan zaman. Dalam hal ini perpustakaan harus mampu mengarahkan dirinya untuk bisa beradaptasi dan berkembang melalui suatu kebijakan yang terarah dan terukur. Pengarahan kebijakan ini haruslah bertujuan untuk meningkatkan semua layanan yang ada di suatu perpustakaan. Contoh pengarahan kebijakan yang bisa diterapkan pada di perpustakaan misalnya :

1.       Arah kebijakan layanan koleksi 

  • Memperbanyak koleksi digital serta mengembangkan akses untuk menggunakan koleksi digital tersebut 
  • Meningkatkan Kerjasama dengan perpustakaan lain untuk memperluas akses informasi
  • Mengembangkan akses ke sumber pembelajaran open educational resources

2.       Arah kebijakan sarana dan prasarana

  • Menambah sarana perpustakaan untuk akses lebih jauh ke sumber informasi elektronik seperti penambahan PC, penambahan server, dll.
  • Menambah kapasitas bandwith internet

3.       Arah kebijakan SDM

  • Mendorong pustakawan mengikuti pengembangan kompetensi berkelanjutan
  • Melakukan riset atau kajian ilmiah kepustakawanan
  • Study banding antar perpustakaan

4.       Arah kebijakan manajemen perpustakaan 

  • Pengembangan system manajemen perpustakaan berbasis standart dan akreditasi sesuai acuan yang ada seperti SNP atau juga IFLA  
  • Menyusun standar operasional prosedur
  • Membuat renstra pengembangan perpustakaan

Kelebihan revolusi industry 4.0 atau juga bisa dilang era millenial adalah segala sesuatu yang bersifat cepat dan praktis. Sehingga membuat perpustakaan harus bisa menyajikan layanan mereka dengan cepat tapi tidak hanya cepat melainkan harus tepat. Menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perpustakaan untuk bisa menjangkau para anak muda dan millenial untuk sekadar membaca koleksi digital mereka ataupun berkunjung langsung ke perpustakaan. Jika perpustakaan bisa menjangkau anak muda dan millenial untuk memanfaatkan koleksi dan layanan yang mereka punya, hampir bisa dipastikan akan tercipta generasi muda yang berbekal ilmu pengetahuan dan pemikiran yang terbuka untuk memajukan Indonesia.

 

 

Sumber : https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/almaktabah/article/download/2037/1681